Langsung ke konten utama
-=LANGIT SORE=-

Ibu, apa kabar di kampung halaman?
Semoga baik-baik saja. Syukur ku manifestasikan selalu atas do'a-do'a yang kau panjatkan untukku dengan cara yang mulia. Maaf untuk pergantian tahun ini aku tak ada di sampingmu, pula untuk berputung-putung rokok yang ku hisap tiap harinya. Aku telah jujur padamu di dua tahun yang lalu, bahwa segenggam dari usaha kecilku, ku sisihkan sebagian untuk membelinya, tak melulu dari hasil jeri payahmu, aku malu jika seperti itu. Mengenai kesehatan, anakmu menyeimbanginya dengan menunaikan ibadah ngopi tiap kepulannya.
Bapak, bagaimana aktivitas disana??
Aku rindu untuk berdialog sesaat denganmu, bicara tentang agama dan kehidupan yang fana. Semoga baik seperti Ibu. Maaf untuk rambutku yang makin hari makin memanjang dan seterusnya. Aku bukan kriminil, juga ku pahami norma-norma yang ada, ku biarkan tergerai bebas di bahuku. Bukan perempuan Pak, ini mahkota(koesnadi,1998) yang pantas di jaga keutuhannya. Hormatku tak terhingga atas nasehat dan saran kebaikan disetiap penyampaianmu.
Nenek, kapan terakhir kali aku dapati kau tersenyum sumringah di kampung ?
Semoga orang-orang disana kuat dan tabah merawatmu. Maaf atas kejaranganku menjengukmu, itu tak berarti aku tak memikirkan dan mendo'akanmu. Setiap jeda ibadah selalu ku haturkan segala yang baik-baik pada-Nya untuk memberikan ketabahan bagimu dalam mengarungi kerasnya hidup di usiamu yang makin menua.
Om, seperti apa bisnismu kini ?
Semoga lancar dan selalu menghadirkan kebaikan di tiap pelayanannya. Maaf belum bisa membantu lebih dan berbagi cerita tentang pendidikanku(lagi). Bule', bagaimana kondisi rumah nenek kini ?
Aku kagum berkali-kali atas kesabaranmu merawat om yang tersangkut penyakit akut dan keponakan-keponakanku. Nanti bule' tunggu aku pulang dan kita masak bersama kala kumpul keluarga atau hari raya tiba.
Adik-adikku, sudah mempelajari apa saja di sekolah kalian ?
Semoga kau paham pada apa-apa yang di terangkan oleh gurumu. Jikalau tidak, tak apa dik, guru tak selalu benar dan tahu menahu dengan apa yang kau maksud, carilah sendiri ilmu dengan proses tumbuh kembangmu. Atau kau boleh tanya padaku, tunggu setibaku di rumah nenek.Ku usahakan sebungkus oleh-oleh untuk ku tukar dengan keceriaan dan keriangan kalian.
Sahabat, lama rasanya tak jumpa. Seperti apa aktifitasmu kini ? Masihkah sama dirimu dengan yang ku kenal dulu ? Terselip senyum tipis kala ku ingat kita lewati sore hingga malam dengan melakukan kegiatan bersama-sama di padepokan pinggiran kota surakarta. Malam kian menjadi kala sepoi angin menusuk ke rongga tubuh kita, di temani secangkir kopi, dan sebungkus roti bicara tentang kehidupan asrama dan soal asmara.
Sudah dulu, baik-baiklah semuanya
Do'a selalu ku titipkan lewat pergantian sore menuju malam
Komentar
Posting Komentar