Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Ada yang lebih tabah dari hujan bulan Juni

Gemuruhnya tak seriuh rinai hujan yang jatuh ke permukaan Namun setiap yang diterpanya merasakan kehangatan dan ketentraman Ia adalah angin bulan Juni, bersamaan dengan rona jingga yang bersolek di sisa pendar sang surya dari Timur kala Senja. Direngkuhnya setiap hati yang letih, didekapnya tubuh yang bermandikan lelah, dan digenggamnya jari-jemari yang kehilangan cengkeramannya. Angin yang tabah, membawa kabar dari Sang Maha Pencipta pada semua makhluk-Nya, wahai jiwa-jiwa yang letih, duhai tanah yang terlampau tabah digempur beragam ujian atas laku insan yang lalai dan pandai merusak. Oh udara segar yang kehilangan marwahnya, sebab kepulan asap dari industri ekstraktif menembus berbagai celah kemungkinan hingga masuk ke dalam paru-paru manusia-manusia kecil di pesisir. Ada yang lebih tabah dari hujan bulan Juni Pak Sapardi. Ia menjelma angin perubahan dari kegusaran-kegusaran yang ribuan hari bertumpuk dalam tempurung kepala, bersembunyi dalam lusuhnya jas almamater yang rindu...

Postingan Terbaru

Mbolangisme - Sebuah Catatan Pendakian (Gunung Lawu #1)

Kisah Penuh Berkah di Labuan Bajo (Jalanan Adalah Sekolah #2)