Seorang Ibu adalah tanah dan air untuk anak²nya

 Ya, Ibu telah wafat dan dikubur ke dalam tanah.

Ya, waktu beliau di dunia sudah purna.

Ya, tidak ada lagi beliau secara fisik hadir di dunia.

Ya, tak mungkin lagi waktu bisa diulang ataupun diputar kembali.

Ya, orang-orang lalu kembali dari tempat pemakaman dan berbincang, lalu tertawa, lapar, makan dan tidak lama istirahat. 

Ya, manusia baru akan tersadar benar setelah beberapa periode waktu berlalu.

Ya, berharganya momen yang sudah berlalu itu kini hanya menjadi kenangan, ya katakanlah memori baik yang sangat berharga.

Ya, manusia yang masih hidup lalu terlena oleh dunia dan berbuat hal-hal yang berlawanan dengan nuraninya.

Ya, manusia lalu mensiasati dan bermain teka-teki dengan sang waktu, seolah ia selalu masih memiliki hari esok.

Ya, kita semua sadar nanti akan tiba waktunya kembali.

Ya, kita semua perlahan mulai berbenah diri, merias diri di hadapan Sang Maha dan berlomba-lomba mencuri perhatian-Nya.

Ya, terkadang kita letih untuk Istiqomah sebab hasil yang nyata di dunia belum begitu terasa, sementara ujian yang menerpa hadir begitu nyata.

Ya, lingkungan dan pertemanan terdekat adalah pelindung utama untuk tetap terisi baterai semangat dalam kebaikan dan sibuk mempersiapkan bekal menuju kematian.

Ya, iman dan taqwa adalah dua hal yang berharga, lalu Al-Qur'an dan As-Sunnah adalah pegangan yang akan menyelamatkan kita di dunia hari ini dan esok di negeri abadi;akhirat.

Ya, kita semua menjalani hidup, menghadapi tantangan dan memainkan peran kita masing-masing.

Ya, kita semua akan menanggung amal perbuatan yang telah kita perbuat masing-masing.

Ya, Dia Maha Segala Maha Pemiliki Segala Nama, Dialah yang memberi kita daya dan kekuatan sehingga kita senantiasa masih bisa menjalani detik demi detik dan bergulirnya masa ke masa.

Ya, kita semua sadar waktu kita tak akan lama lagi di dunia ini, jadi, sebaik-baik pengingat adalah terus memperbaharui iman dan senantiasa membawa power bank (teman yang senantiasa mengingatkan dalam kebaikan) kemanapun kita pergi.


Bekasi, 02 Agustus 2026.

Komentar