1/
Di dinginnya pagi
Aku kutuki sepi dan sunyi
Berkawan halusinasi
Aku merayu pada hati nurani
Ditenangnya air danau pagi itu
Kuselami rasa demi prasangka haru
Bergejolak hasrat ke laki-laki an ku
Demi bertemu sepasang mata sendu.

2/
Apa kabar riuhnya kota nona?
Semoga tak menenggelamkanmu begitu saja
Kasihan senyum dan rona merah wajahmu nona
Aku tak tega jikalau begitu keadaannya
Sebab, kau adalah satu setelah keluarga yang selalu ku lantunkan do'a
Kala sedih, gelisah dan gundah berkuasa.

3/
Maaf untuk kali ini
Aku benar-benar tak mengerti
Semua tentang rasa dan asmara ini
Tak pernah berhenti dari hati
Maaf untuk keseringanku mengganggu
Aku bukan mengacaukanmu
Aku hanya ingin bertemu
Tatap muka dan cakap manja denganmu
Semoga kau mengerti akan maksudku.

4/
Tuhan mengizinkan kita nona
Dan semesta di gerakkannya
Tegakah kau melanggar kehendak-Nya?
Sedangkan aku telah berterimakasih atas segala cara-Nya
Pahamilah nona ini bukan hanya soal asmara
Antara kita berdua
Ini juga tentang cinta untuk alam dan kasih pada sesama.

5/
Sadarlah!
Aku mencumbumu tidak karena nafsu
Lebih dari itu, aku menyayangimu
Seperti aku menyayangi diriku
Apakah kau masih ragu?
Dengan caraku untuk menghidupi dan membahagiakanmu.

Berbaliklah nona, ku ajarkan kau untuk berterimakasih pada semesta, bersamaku menikmati fajar pagi atau rona senja jingga. -Hanuhaalfa-
Untuk perempuan yang sedang di persimpangan perasaan pada lelaki yang membingungkan

Komentar

Postingan Populer