ARGOPURO

Mimpi Ini Bukti

#HariPertama

Dan semesta bekerja dengan begitu baiknya. Perjalananku adalah perjalanan menjemput cumbu. Aku candu pada tempat-tempat tertentu, argopuro adalah satu dari sekian mipiku. Berada berlama-lama di dalamnya, berbahagia menikmati pesona alamnya, merasakan segala suasananya. Berteman kawan-kawan dari Mapagama yang sudah satu dua tahun lebih awal di atasku dalam hal pendidikan keanggotaan.

Semua perihal do'a, usaha dan kuasa. Do'aku untuk selalu bisa berkunjung dan mencumbu tempat-tempat syahdu di Nusantara. Usahaku untuk selalu mendapatkan kawan, pengalaman dan ilmu baru. Kuasaku hanya mampu ku lakukan untuk merencanakan dan menyiapkan dengan semaksimalnya, selebihnya kehendak ada di tangan Penciptaku. Berbekal do'a restu, akal dan cinta langkah ku mantapkan dengan 5 kawan menuju Basecamp Gn. Argopuro di Jl. Argopuro-Baderan, Sumbermalang, Situbondo.

Titik kumpul kami sepakati di Terminal Besuki. Aku Lutfi,  Verent dan Mba Kokor berangkat dari Kota Istimewa pada Rabu, 11 Januari 2017 tepat pada pukul 02.00 WIB dini hari. Mba Eva berangkat dari rumahnya di Jombang pada Rabu siang, sementara Sidiq berangkat dari Bondowoso, ia sebelumnya bermalam di rumah salah satu anak Mapalus(Mapala Fisip UNEJ). Bersua di Besuki pada Rabu sore, kami menuju baderan dengan menggunakan angkot yang sudah kami booking di Besuki. Sore menjelang malam ragaku telah berada di Baderan. Malam menjelma penuh bahan cerita dan persiapan perjalanan, kamis pagi kami sudah bertolak menuju pos mata air 1. Perjalanan panjang dan menguras tenaga, benar-benar menguji ketabahan akal sehat dan nurani yang menjadi bukti. Sejauh mana aku mampu melangkah, menjelajah sunyi, menjejaki sepi. lelah merambat membuat tubuh penat, sejenak kami rehat di tempat yang landai untuk mengatur nafas dan memantapkan posisi carier kami. 

Sesuai rencana kami tiba di pos mata air 1 pada sore hari, sebelum petang kami telah berbagi tugas. beberapa mendirikan tenda dan beberapa yang lainnya membuat parit sekaligus memasang flysheet untuk mengantisipasi jika terjadi hujan dan badai. Di ujung sana senja berkelakar sesukanya, menyenangkan pribumi yang mampu menangkap secarik keindahannya dan semesta benar-benar bicara tanpa suara. Malam pun tiba saat hidangan malam telah selesai di masak oleh Mba Kokor dan Mba Eva, santap ria pun terjadi di camp site antara pos mata air 1 dan pos mata air 2. Sebelum kami benar-benar rehat, beberapa gelas teh hangat dan bungkusan roti cukup mengkawani briefing dan diskusi menjelang tidur kami. Sunyi berkuasa saat kantuk merajalela di tubuhku, ku tarik sleeping bag dan saatnya ku mulai rebah dan bermimpi pada malam pertamaku di Gunung Argopuro. 


Komentar

Postingan Populer