ASMARA MURKA

Hei, apa kabar mimpi malam sedini hari ini ?
aku merindu, mencumbu seorang diri
di kejauhan sana, kau sedang apa ?
ada buncahan rasa yang menggila
murka dan penuh dosa
tapi aku tak peduli
sebab, kau telah meramu imaji
menjadi seonggok daging yang terbelenggu
cinta yang selalu mendesak
untuk ku ungkapkan padamu
senyummu, tawamu, suaramu.
semua tentangmu adalah candu.
Aku gila, biar saja.
Ini asmara yang geliatnya
mengalir bagai air, menggelegar di dalam jiwa, berotasi pada logika.

Kau dan aku beda percaya
beda latar pula
tapi, cinta tak mengenal itu bukan ?
ku yakin kau mengiyakannya.

Romansa kita menjelma
kala berdua berkendara
nikmati indah senja
dan kau berlagak manja
atas keberadaanku di dekatmu
kau merayu mau tapi malu
aku sadar, kau juga sadar
kita sama-sama menumbuhkan benih-benih bahagia
yang suatu waktu kita temu bersama
untuk saling percaya dan jalan bersama
mengarungi derasnya ombak samudera
dan terjangan badai yang menggila.

salam cinta dari dalam jiwa padamu nona.
selamat terlelap di malam yang durhaka.

Komentar

Postingan Populer