Ibu, Merbabu dan dirimu
Apa kabar dengan Bekasi Bu ?
Rindu daku padamu menuntut temu
Seorang putra tunggal cinta kasih pada Sang Ibu
Tunggu Bu, beberapa waktu lagi ia akan tiba tuk menemuimu
Ada semacam rona haru dan candu darinya untukmu
Bersenjagurau bersama hingga diingatkan si waktu
Merbabu, kabarmu apakah sama dengan tahun-tahun yang lalu ?
Tak salahkan, ku datangi lagi sabana manismu ?
Semoga semesta peduli pada tumbuh kembangmu
Ingatkan makhluk pencumbu yang tak tahu malu
Baik-baiklah selama pejalan ber-nurani tak disampingmu
Berbahagialah atas rintik hujan yang menyetubuhimu
Dirimu, sedang apa disitu ?
Maukah kau kuberi tahu semua ?
Jikalau kau mengiyakan pintaku, dekatkan telingamu kemari
kubisikkan sesuatu yang menyoalkan kau dan aku
"Rindukah dirimu padaku?"
"Mengertikah maksudku dikeseharian kita?"
"Keluar dan rasakan rintik hujan itu!"
"Aku menjelma ditiap rintiknya yang membasahi kota"
"Aku menjelma ditiap rintiknya yang membasahi kota"
"Harapku, ia mampu sampaikan salam hangatku untuk dirimu"
"Tak perlu temu untuk saling mengasihi satu sama lainnya"
"Cukup, kau dan aku saling lempar senyum dan tukar sapa sederhana"
"Sungguh, itu adalah pupuk terbaik pengiring tumbuh kembang masa depan kita"
Komentar
Posting Komentar