Lelah Berbuah

Malam datang, gelapnya menguasai angkasa raya
Kabut lembut membelai manja tubuh yang carut-marut
Angin bertiup seolah tak mengenal makna jeda
Cahaya lampu kota, gemerlap indahnya berbaris runtut

Ada jeda panjang yang ku lakukan demi sebuah perkembangan
Tubuh berpeluh, dingin menusuk, beban tak tertahankan
Ku coba pertahankan sekuat tubuhku bergerak dan berjalan
Pasti kuyakini Maha dari segala Maha membalasnya sepadan

Nampaknya, hujan memang keras kepala
Menghujam ke permukaan tak kenal henti sebelum sunyi
Menciptakan suasana hening tak berada
Orang-orang sibuk merangkai mimpi sedari awal malam tadi

Aku duduk manis, termenung didepan tenda
Beteman aroma dan indahnya ketinggian ini
Dihadapkan pada panorama alam raya
Berkawan baik, merawat waras sebelum pagi muncul lagi

Semua menempati posisi
Ada yang diskusi sendiri dengan sesuatu yang tak pasti
Ada juga yang merebahkan tubuh ditenda dan berjejer rapi
Nuansa malam dipegunungan tak terkendalii






Komentar

Postingan Populer