OMONG KOSONG
Kau bilang minta diajari,
berpuluh kali kau utarakan.
Nyatanya niatmu tak kau mantapkan
realisasi dimakan kesibukan sehari-hari
Beberapa hadir pada jalan yang berlawanan
tak searah dengan yang nuranimu katakan
Sikapmu masih belum menemu jati diri
Mengayun realita yang terhempas tegas
Mengukir detik demi detik, dengan sekelumit persepsi
Waktu memburumu, tanpa pernah kau lawan
Dirimu seakan terombang-ambing di belantara kehidupan
Menyayat-nyayat pilu yang tak jarang kau ramu
Pada tibanya sesal yang beredar di akhir alur cerita.
Kini, kau menyadari
Jam menumpuk menjadi hari
Hari akan bersegera menuju minggu
Minggu menawarkan diri pada bulan
Bulan menengadahkan musim berbuah Tahun
Kau tersingkirkan,
dikoyak-koyak ketidakpastian dan keanehan
Menjelma ke semua ruang yang kau ciptakan
Ada kiriman dari orang-orang tersayang,
Kawani dirimu selalu dengan kebaikan
Perihal berjuang memang perlu daya tahan
Kau harus mampu wujudkan harapan
Diiringi dengan kuatkan tekad pada tujuan
Semesta akan menggerayangimu
Dengan fajar merah hingga senja jingganya
Jikalau masih belum cukup
akan dikirimnya rembulan pada gulita malam
Semua akan indah jika kau berubah,
membenahi mimpi yang tercecer tak terperi
Rapatkan lagi asa dan genggam lagi pena.
Berkaryalah!!
Apapun, jikalau kau bisa menulis, menulislah
Jikalau kau bisa mengajari, ajarilah!
Jikalau kau bisa bekerja, bekerjalah!
Apapun itu,
Kau harus mampu.
Sebelum,
Tuhan
mengambil jatah hidupmu
disesemua yang fana ini.
~Suara Nurani~
Komentar
Posting Komentar