Kau mau tahu apa yang kurasa?
Malam ini ku jumpai lagi senyummu
Diantara tawa dan lekuk bibirmu
Ini jiwa semakin memahami isi dada
Semua hanya berorientasi pada fana belaka
Kau dan aku sama-sama menabung perlu
Pada kesibukan yang saling berkaitan
Di temani kenyataan bahwa kita saling memendam perasaan
Ini cinta kasih,
Buat kapan-kapan saja.
Ini candu kasih,
Kala waktu tertentu.
Ini kebahagiaan kasih,
Demi masa depan kita.
Ini hidup kasih,
Di penuhi teka-teki ini itu.
Tak perlu lama menunggu
Kau dan aku sama mengertinya
Ada rasa yang menggeliat terperanjat
Pada rona merah wajahmu, jua senyumku.
Selaiknya kau yang berpuluh perlu,
Aku lebih dari itu kasih.
Sepenuhnya berjaya, ini raga ada waktunya
Kembali pada Tuhan penyedia ruh.
Kau menuju kau yang sebenarnya
Aku bermetamorfosa menjadi aku yang penuh semangat membara
Kau bersintesa menjelma pada ruang-ruang hampa
Aku bersimbiosis pada desis-desis rintikan hujan dan arak-arak langit biru.
Kini kau dan aku
Esok yang entah kapan
Akan menjadi satu, Kita.
Malam ini ku jumpai lagi senyummu
Diantara tawa dan lekuk bibirmu
Ini jiwa semakin memahami isi dada
Semua hanya berorientasi pada fana belaka
Kau dan aku sama-sama menabung perlu
Pada kesibukan yang saling berkaitan
Di temani kenyataan bahwa kita saling memendam perasaan
Ini cinta kasih,
Buat kapan-kapan saja.
Ini candu kasih,
Kala waktu tertentu.
Ini kebahagiaan kasih,
Demi masa depan kita.
Ini hidup kasih,
Di penuhi teka-teki ini itu.
Tak perlu lama menunggu
Kau dan aku sama mengertinya
Ada rasa yang menggeliat terperanjat
Pada rona merah wajahmu, jua senyumku.
Selaiknya kau yang berpuluh perlu,
Aku lebih dari itu kasih.
Sepenuhnya berjaya, ini raga ada waktunya
Kembali pada Tuhan penyedia ruh.
Kau menuju kau yang sebenarnya
Aku bermetamorfosa menjadi aku yang penuh semangat membara
Kau bersintesa menjelma pada ruang-ruang hampa
Aku bersimbiosis pada desis-desis rintikan hujan dan arak-arak langit biru.
Kini kau dan aku
Esok yang entah kapan
Akan menjadi satu, Kita.
Komentar
Posting Komentar