KITA

Lalu Semesta benar-benar mengatur semuanya,
atas izin Pencipta ia mainkan skenario indahnya.

Kau dan aku yang sudah mereda perihal rasa
kini bergejolak kembali setelah beberapa jeda
Bukan kau pun bukan aku yang memulainya
Melainkan sekitar kita, melalui perantara sekitar kita.

Bukan aku tak berani mengutarakan,
sebab, pada awalnya, pikirku, ini semu belaka.
Tapi memang semesta suka bercanda.
Teka-teki yang menggelikan jiwa muda.

Meskipun beberapa kesamaan nyata adanya,
kau dan aku tetap saja berkeyakinan beda,
walau banyak cerita cinta tak mengenal beda
haha...cinta selalu mengenal bahagia dan luka.

Bagiku tak perlu berlebih bertemu, mesra begini begitu
Aku hanya ingin mencintaimu dengan sederhana,
Seperti Mbah Sapardi kata.

Karena Hidup tak melulu soal cinta,
banyak hal yang akan meluputkan nurani
jika diri tak mampu menguasai hati.
Pun dengan arti hakikinya,
kita harus berguna dan berdaya,
Buya Hamka bilang
"Kalau hidup hanya sekedar hidup,
babi di hutan juga hidup"

Maka dari itu nona,
kau dan aku sama mengertinya
sama-sama berproses menuju dewasa.
Sebelum kita terlarut pada rasa yang menggeliat getarkan isi dada.
Izinkan ku tuntaskan mimpi-mimpi ku dulu,
jikalau tak mampu daku sendiri, ya tak apa.
Asal mimpiku dan mimpimu kita jadi satu.
Bersama wujudkan semua itu.
Agar kelak, kita bisa ciptakan
istana mewah buah karya lelah yang kita olah
kau menemani anak kita bermain di pelataran rumah yang dikelilingi bunga-bunga,
Aku di dalam menuliskan cerita yang telah kita lalui bersama, sembari mendengarkan Mas Danto menyenandungkan lagu-lagu ciptaannya.

Aku, kau dan si buah hati.
Suatu saat nanti, di siang menjelang sore
Nuansa pedesaan yang menghadirkan ketentraman.


Komentar

Postingan Populer