PERIHAL MIMPI

Maaf Ibu,
Putramu masih saja berkelana di jalur yang di kehendakinya
Ia masih saja bergumul dengan asap pada malam-malam sunyi
Bermain-main di belantara isi kepalanya dengan sesuka raga

Maaf Ibu,
Belum bisa sesuai dengan nama yang kau sematkan padaku
Tak bisa menuruti sesemua yang kau mau
Masih saja beralasan ketika kau beri petuah tentang kebaikan

Maaf Ibu,
anakmu hanya bicara berdasar isi nurani
bahagiakanmu tanpa perlu sesuai dengan harapanmu
berguna bagi sesama dengan cara yang begitu berbeda

Maaf Bapak,
sosokmu terlalu luar biasa untuk membuatku sama denganmu
nasehatmu tentang keagamaan selalu saja ku beri alasan melalui sikap yang tak bisa diungkapkan
membuatmu resah saat aku merabah tanah-tanah tinggi tak bernama dan melakukan sesuatu hingga larut pagi

Maaf Bapak,
Ini anakmu, penggambaran dari betapa hebatnya dirimu
Teguh pendirian dan tegar pada perjuangan demi kebaikan
Satu yang selalu kutahu, jiwa kepemimpinanmu telah melekat pada ragaku

Maaf kawan,
kau tak perlu mengomentari penampilanku
Jua, usah risau menyoal sikapku di keseharianku
kau dan aku memiliki jalan masing-masing yang tak perlu diambil pusing hingga buat pening

Maaf nona,
ini cinta untuk kapan-kapan saja
kala hidup sedang santai-santainya
Sebab, kesibukan tengah merajalela

Perihal Mimpi.
kesemuanya saling berkolerasi
Ibu, Bapak, kawan serta nona
adalah satu selain diri pribadi dan nurani, biar semesta yang megatur kehidupan dimasa mendatang


Komentar

Postingan Populer