Baiklah kasih, ini untukmu.
Aku masih saja merindukanmu
Pelupuk matamu yang memukau itu
Terngiang-ngiang dalam kepalaku
Malam menjelang pagi yang di tunggu
Selalu hadir bayang-bayang senyum manismu
Tapi, cinta buat kapan-kapan saja
Resapi saja hadirku dalam pejammu
Rasakan tubuhku dari terpaan angin sendu
Di Juni yang hujannya tabah ini, dengarkan aku
Aku masih saja merindukanmu
Mengharap hadirmu selalu,
ada di tiap inci gerak-gerikku,
Aku bisa mencintaimu
Tapi tidak sepenuhnya saat ini
Agar semu yang lalu-lalu ku ambil ilmu baru
Bahwa senang dan kagum padamu, itu harus kenal waktu
Tak elok, kata orang
kita ini muda, wajib berguna dan merdeka
cinta kasih pada sesama, baru menjalin cinta berdua
menua bersama,
dari fajar merah tiba hingga senja merona jingga
menjadi tua,
Aku masih saja merindukanmu
Pelupuk matamu yang memukau itu
Terngiang-ngiang dalam kepalaku
Malam menjelang pagi yang di tunggu
Selalu hadir bayang-bayang senyum manismu
Tapi, cinta buat kapan-kapan saja
Resapi saja hadirku dalam pejammu
Rasakan tubuhku dari terpaan angin sendu
Di Juni yang hujannya tabah ini, dengarkan aku
Aku masih saja merindukanmu
Mengharap hadirmu selalu,
ada di tiap inci gerak-gerikku,
Aku bisa mencintaimu
Tapi tidak sepenuhnya saat ini
Agar semu yang lalu-lalu ku ambil ilmu baru
Bahwa senang dan kagum padamu, itu harus kenal waktu
Tak elok, kata orang
kita ini muda, wajib berguna dan merdeka
cinta kasih pada sesama, baru menjalin cinta berdua
menua bersama,
dari fajar merah tiba hingga senja merona jingga
menjadi tua,
Komentar
Posting Komentar