Selamatlah tirta tri tahta
Mengalir ke titik terakhir
Bermuara pada isi dalam dada
Pecahkan sunyi hingga berdesir

Rupa, macam rona tercipta
Atas nama rasa, menggeliat tak bersahabat
Ragu, kau pun aku, memahami ini hal yang semu
Demi kejujuran nurani, kita saling menghakimi yang hakiki

Malu, cermin berkata padamu
Pilu, terasa saat peramuan rindu
Lesu, gelagat pikir tak menentu
Temu, candu melulu soal waktu

Hingga cakrawala menguak lagi di muka
Kita mengenal luka sudah sejak lama
Sampai terbenamnya sang surya jingga
Kita tak lelah merawat kata, mengabadikan cinta.


-Hanuhaalfa
-Jogja 19 Juni 2017

Komentar

Postingan Populer