DAUN
Aku terhempas
Terombang-ambing tak tentu arah
Dilindas tanpa sungkan, tertindas batas
Sukmaku bersemayam pada dasar dan udara
Parasku menjelma senyap, dingin dan diam
Tergelepar pada dasar muka jalan raya
Disakiti tanpa ada yang peduli, dikutuki malam
Ini gambaran diriku, laiknya negeriku
Orang membunuh, menikam, menjatuhkan
Sesamanya dijadikan lawan atas nama nafsu
Menggeliat licik dan bertebaran di keramaian
Lalu lalang orang-orang
Mengabaikanku tak kenal kasihan
Seperti kulit dilupakan oleh kacang
Muramnya rupa sekitarku, mengencingi kebebasan
Oh Semesta, Oh Pencipta
Terbangkan aku ke langitmu
Menuju tiada, menuju sempurna
Agar damai dan tenang hidupku
-Tugu Jogja-
14 Juli 2017
Terombang-ambing tak tentu arah
Dilindas tanpa sungkan, tertindas batas
Sukmaku bersemayam pada dasar dan udara
Parasku menjelma senyap, dingin dan diam
Tergelepar pada dasar muka jalan raya
Disakiti tanpa ada yang peduli, dikutuki malam
Ini gambaran diriku, laiknya negeriku
Orang membunuh, menikam, menjatuhkan
Sesamanya dijadikan lawan atas nama nafsu
Menggeliat licik dan bertebaran di keramaian
Lalu lalang orang-orang
Mengabaikanku tak kenal kasihan
Seperti kulit dilupakan oleh kacang
Muramnya rupa sekitarku, mengencingi kebebasan
Oh Semesta, Oh Pencipta
Terbangkan aku ke langitmu
Menuju tiada, menuju sempurna
Agar damai dan tenang hidupku
-Tugu Jogja-
14 Juli 2017
Komentar
Posting Komentar