S E D I H DI P E R A N T A U A N
Luka ku kata.
Matahari yang menelisik
Pada sudut ruang sempit
Menghimpit masa yang kian hina
Kata tak bisa bicara tanpa nyatanya makna
Semesta menyatu dengan ragu
Berpadu haru terkubur waktu
Aku tenggelam dalam pekat hidup
Dipertanyakan Ibu hingga berdegup
Jantungku berdebar
iramanya kasar
Resah berkelakar
Diam terbakar
Rupaku pucat pasi
Fikirku tak dekat lagi
Namun,
Ibu lebih jauh ke depan
Pada iman yang ku kuatkan
Mengenang kekal dalam keniscayaan
Pada Tuhan ku pasrahkan
Menyoalkan hidup, bentuk kesempurnaan
Angin perlahan membelai
Desau tak berbentuk menghantui
Do'a terapal lagi, aku kembali
Pada suatu masa dihangatnya desah nurani
Komentar
Posting Komentar