MINGGU SINAU SYAHDU

Proses berkembang yang terbaik dalam dirimu adalah ketika semestamu mendukung segala yang kau ingin, sesemua yang menjadi penghalang menghilang atas niat dan kekukuhanmu dalam belajar.

Pagi tiba dengan terbukanya kelopak mata kala terang telah merata ke seluruh permukaan, pertanda  sudah kesiangan, mengawali dengan sembahyang pagi yang cukup meneduhkan.

Berjejalan diantara kerumunan orang-orang yang riuh dalam ragam rupa kesibukan berorganisasi menuntut siapa saja untuk berbuat sesuatu. Ku lalui setelah ibadah dengan menunaikan tugas sebagai pelaku piket harian di hari minggu. Selepasnya kawan-kawan seperjuangan yang akan berkegiatan Gladimadya bersama ditanah Inerie telah bersiap untuk melaksanakan pelatihan materi arcgis, muka yang masih lusuh dan wajah yang terlihat lunglai lelah, ku putuskan tuk segarkan diri dengan mandi.

Pelatihan terkadang menjadi momok ketika kawan satu lingkaran tak sepemikiran dab bahkan terlihat berlawanan pemikiran(aneh), namun proses belajar menampik segala kerumitan yang hadir didalamnya. Jam demi jam terlewati, pagi yang beranjak siang akhirnya tiba pada sore hari. Setelah semua materi yang diharapkan tercapai dapat dipahami dengan baik dan dimengerti melalui hasil pembuatan peta.

Ada rasa bangga akan juang yang telah diusahakan semaksimalnya meski malas menjelma menjadi sosok yang tak mengenakkan namun lagi-lagi masih ada kawan yang setia menghidupkan keadaan dengan ajakan untuk berbasahan ria di lembah kampus tercinta.

Alat-alat yang dibutuhkan dengab segera disiapkan, kayak, pelampung, gerobak pengangkut, serta dayung tak luput dari list utama yang wajib dibawa menuju lembah. Berbasahan ria pun tercipta untuk pertama bagi diri ini setelah sekian lama tak lagi merasakannya difase pendidikan yang telah terlewati. Adalah Suryo dan Ayyas yang menjadi guru belajar kali ini, sedang Sheila menjadi kawan pemula yang masih sama-sama muda dalam mendalami olahraga arus deras(terkhusus kayak).

Dayungan demi dayungan menjadi saksi namun tak lagi sama seperti yang telah terlewati. Kekakuan akan jeda lama dan jarangnya bermain dilembah menjadikan diri sebagai orang yang berkurang semangatnya untuk memacu adrenalin diri ketika melihat tantangan dalam berkegiatan. Namun, peliknya sudah lalu, berkat bimbingan kawan belajar pun terasa nyaman saat setiap gerakan memiliki irama yang selaras dengan gerak badan.
Ayyas mengajari bagaimana cari memutarkan kayak dengan duduk ditepian ia mengatakan "ajar sisa.nif, swipe", ku jawab dengan segera "piye kui yas?", "dayungumu mbok tarik seko posisi ngarep tengen kayak muteri kayak tekan mburi tengen" ayyas berkata sembari mencontohkannya, segera langsung ku coba dan ternyata benar kayak yang ku duduki berputar, "njuk nek diwalik yas, swipe'e seko kiwo? Iso ra?! Tanyaku lagi penasaran dan menerka-nerka, "yo iso seko kiwo" jawabnya mengiyakan. Ku coba perlahan dengan tenang yang telah diarahkan oleh Ayyas.

Ada istilah exit yang menjadi momok ketika belum terbiasa, yakni posisi dimana seorang kayaker(pengendali perahu kayak) ketika kayak terbalik dan harus menarik tali yang terpasang pada kain penutup kayak agar tidak kemasukan air. Dayungan itu menyakitkan dan hadirkan kepanikan ketika tubuh tak mampu menyeimbangi. "Slulup" terucap dengan panik, dan gerakan menjadi tergesa-gesa tanpa fikiran tenang, suryo pun mendekat langsung mengintruksikan untuk mendorong kayak menuju ke tepian olehku seorang diri, "dayung gowonen dewe, ben ra kulino" kata suryo singkat. "Okeeeh" jawabku juga singkat. Pinggiran danau telah teraba dengan tangan, ayyas mendekat dan membantu mengankat kayak. Tibalah aku dikenyataan bahwa latihan perlu proses untuk terbiasa dan menjadi bisa.

Sore yang tak selamanya akhirnya bermetamorfosa menjadi gulita menjelang malam yang rupawan, kami tuntaskan latihan kami kali ini, belajarnya disudahkan. Perlengkapan di packing kembali, motor dinyalakan, memacu kendaraan menuju sekretariat untuk rehat, sesampainya langsung perlengkapan di bersihkan dengan air lalu dijemur dalam gudang, selepasnya langit makin menggelap gulita sirna lah semua cahaya siang. Segala yang terjadi adalah proses mendewasakan diri dalam pembelajaran yang tak akan mengenal kata henti.

Komentar

Postingan Populer