aduh, jurusanku

Aduh, saya tersandung dana juga tenaga.

Kepala saya satu, tangan kanan satu, tangan kiri satu, kaki kanan satu, kaki kiri satu, telinga kanan satu, telinga kiri satu, mata saya dua, hidung saya satu, mulut saya juga cuma satu.

Itu ada kumpulan tugas yang menumpuk di loker asisten,
Ada laporan-laporan yang belum diacc total, juga masih banyak kertas-kertas yang ditulis hingga belum usai.

Duh-duh, kawan-kawan saya sudah satu setengah langkah lagi pakai toga.

Wahaha, tapi kenapa masih banyak bertanya? Kalau sudah bekerja yang digaji itu pasti ribet membagi-bagi, kalau bekerja saja, berfikir juga bekerja, dan digaji berupa hasil pemikiran, bernafas juga bekerja, hasilnya ya pernafasan berjalan normal.

Tapi, menjadi normal dan monoton itu menyedihkan dan membosankan bukan? Yang indah adalah kau bekerja untuk beribadah, berbagi untuk mengabdi.

Ah, saya masih lama, belum akan ke ujung dunia, cuman tulang-belulang nusantara, kepingan-kepingan kecil dari surgaloka Ibu Pertiwi.

Argh, membosankan sekali rutinitas dibangunan ini, tapi kita punya akal bung. Ayo hidupkan itu sudut-sudut ruang yang menyepi karena tak ada ruang diskusi, ayo tinggalkan gadget segera ciptakan magnet bersahabat dengan tanah, air, udara dan segala kebaikan-kebaikan yang ada di kampus kita.


Komentar

Postingan Populer