Kereta;kuda besi yang selalu ciptakan kenangan


Aku tawarkan kepadamu, satu hal. Pergi atau pulanglah, dari jawa tengah menuju jakarta atau sebaliknya, dengan kereta termurah.

Kereta itu bernama KA Bengawan, yang dari sekian banyak pilihan kereta ekonomi, bisnis dan eksekutif, kau tak akan menemukan harga yang semurah kereta ini. Hanya dengan Tujuh puluh Empat ribu rupiah, kau sudah bisa menjamah jawa tengah atau kembali ke jakarta.

Kini, memang modernisasi sudah menjamah transportasi umum yang satu ini, dari yang pada awalnya pedagang asongan diperbolehkan berjualan didalam stasiun hingga masuk ke gerbong-gerbong kereta. Mereka menawarkan ke-khas-an makanan dari daerahnya, semisal kita tiba disolo, beberapa pedagang ada yang menjajakan nasi liwet, setibanya kita dijogja, sebagian besar pedagang menawarkan 'lanting' dan bakpia. Itu hanya dua contoh kecil.

Kereta tak lagi seramai dan semeriah bertahun-tahun lalu, dari ketika zaman penulis berada dibangku sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, yang kisaran biaya KA Bengawan hanya berputar di dua nominal, antara Rp 30.000,- atau Rp 37.000,-

Yang pasti penawaranku bukan tanpa sebab, kereta adalah trasnportasi yang cepat, nyaman dikursi apabila tidak begitu ramai dan bising hiruk-pikuk.Terlebih, pada beberapa titik, semisal dari jakarta, kau bisa menikmati panorama alam sepanjang bumi ayu hingga wates, dari sawahnya yang menghijau, damainya kehidupan desa dengan rimbunnya pepohonan, dan sejuknya udara disekitarnga, surplusnya akan kau dapat ketika suasananya sedang dalam bulan-bulan penghujan.

Penawaran keduaku adalah, cobalah untuk beramah-tamah dengan samping kanan-kiri dan depan tempatmu duduk. Barangkali ada garis yang sudah dimaktubkan Sang Pencipta padamu dan orang-ornag baru untuk berteman dan mungkin jika tidak atas kehendak-Nya kau akan menikmati beberapa pandangan menarik dan sungguh sarat makna;sepasang pasutri yang sudah menua, mereka terlihat begitu padu dalam perjalanan menjenguk anaknya dikota, misalnya.

Dirasa penulis, beberapa penjelasan diatas sudah cukup menawarkan dan menuntut jawaban, maka, silahkan bepergian dan pulang untuk menemukan jawaban.

KA Bengawan 184 | Stasiun Purwokerto

Komentar

Postingan Populer