Perjalanan, kemana(?)

Kenyataan akan kau temui, dimana pergi dan pulang adalah dua hal yang tak bisa lepas dari segumpal kenangan. Maka, maksimalkan segala niat baik terhadap kepergian dan kepulangan itu sampai kau tak akan merasa kehilangan setelah pergi dan pulang dari manapun.

                Di desa, sehimpun keheningan sudah tersaji sebelum pagi bertemu pagi lagi. Disela-sela pagi tercipta sedikit keramaian disiang dan cukup sedang pada sore hari, yang di kedua waktu tersebut adalah hal-hal baik dan gotong royong yang masih terawat baik di desa.

                Di kota orang-orang mencari-cari sepi, diantara taman-taman kota juga diantara gedung-gedung pencakar langit, mereka berteduh dibalik atapnya, sembari memandangi jendela kala sore menuju petang, akan ada pula yang mengintip malu-malu beberapa lalu-lalang yang menarik perhatian pandang mata. Mereka hidup diantara ketergesa-gesaan dan segala hal diketuai uang yang membawahi cinta.

                Perumpamaan perjalanan adalah serupa kau tinggalkan rumahmu sejenak saja, menuju rumah tetangga dimana ada kebahagiaan yang terselip darinya, hingga kau lupa bahwa perjalanan paling panjang adalah menuju rumahmu sendiri, tempat ragam rupa cinta bermuara.

                Entah harus berapa kali setiap individu bertemu dengan individu lain yang dianggapnya kawan baik, sahabat ataupun saudara. Seseorang akan menempuh jalan sejauh apapun, seterjal apa saja medannya akan ia tempuh, hanya demi bertemu seorang lain yang pernah merasakan getirnya berkehidupan bersama.

Komentar

Postingan Populer