Resapilah

Terduduk dalam murung
Berkawan senandung lautan
Riuh dalam lamunan
Berkecamuk resah, tak berkesudahan

Oh jiwaku
Bawa aku pada keberanian hidup
Berani menjadi-jadi, menyala-nyala
Meski kelak cahayaku kan redup
Ragaku kan tenggelam dari dunia
Dihimpit bumi;tertimbun tanah
Hidup yang melemahkan dan lelah

Ah, sampah,
Lagi-lagi bicaraku bahasa sampah
Bahasa yang rupanya begitu menggelora
Namun sejatinya hanya sandiwara
Yang akan berakhir segera

Ku racun segala fikiranku dengan sampah
Keniscayaan manusia yang serba ingin
Derita yang menjalari dunia
Tak melepaskan menjadi manusia merdeka

Persetan dengan manusia, persetan dengan segala kesia-siaan yang merusak peradaban

Efek Rumah Kaca menenangkan ku
Kepastian tiap individu memproduksi sampah dan limbah
Lelah, sudah lelah planet ini terjepit dalam kesengsaraan

Terjadi lagi, sunyiku dalam hening,
Rayuku dalam rindu yang menggebu-gebu
Tentang seorang perempuan yang  memperantaraiku terlahir

Hei ombak yang mendera
Berteriaklah pada kami yang pongah
Murka lah pada sesiapa saja yang jadikan warna rumahmu tak bring lagi,

Langit sore yang dikuasai kelabu
Bawaku pulang, sebab hari sudah petang
Langkahku gontai dengan beberapa sampah dalam genggaman tangan, 

Oh Nuraniku, mari kembali


Komentar

Postingan Populer